• KPU Mengucapkan terima kasih atas partisipasi anda yang telah menggunakan HAK PILIH dalam Pemilihan Presiden tahun 2014 •
Home >> Informasi >> Berita
   

Berita

PDIP siap gugat hasil Pilkada Salatiga
10 Mei 20110
Penulis : kha/Ant

sumber: www.google.co.id

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyiapkan gugatan terhadap hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Salatiga 2011, menyusul kekalahan pasangan calon yang diusung partai ini, Diah Sunarsasi-M Teddy Sulistio (Dihati).

“Kami sudah memiliki berbagai bukti tentang kecurangan yang dilakukan pasangan calon lain,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan PDIP Daerah Jawa Tengah, Alwin Basri, di Semarang, Senin (9/5). Menurut dia, PDIP menemukan banyak pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Salatiga yang digelar Minggu (8/5) lalu.

Ia menuturkan terjadi politik uang di sejumlah lokasi, menjelang pelaksanaan pemungutan suara. “Bukti sudah ada berupa foto maupun rekaman pembicaraan.” Bukti-bukti tersebut rencananya disertakan dalam gugatan hasil Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).

Terpisah, tim kampanye pasangan calon Diah Sunarsasi-Milhous Teddy Sulistio (Dihati), masih optimistis mampu memenangkan Pilkada Salatiga, kendati hasil penghitungan cepat real count yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan fakta sebaliknya. Perubahan posisi peraih suara terbanyak, masih bisa berubah sebelum penetapan hasil perhitungan suara di KPU dilaksanakan. Demikian diungkapkan Ketua Tim Kampanye Dihati, Dance Ishak Palit, saat dihubungi Espos, Senin. “Penghitungan suara belum selesai,” tegasnya.

Balikkan keadaan
Hasil real count KPU didasarkan pada jumlah suara dari 301 tempat pemungutan suara (TPS), atau 80 persen dari total TPS yang berjumlah 376 TPS. Suara dari TPS yang belum dihitung (75 TPS), menurut Dance, masih bisa mengubah peringkat calon dalam perolehan suara terbanyak.

Ia makin yakin jagonya bisa membalikkan keadaan, karena selisih suara dengan peraih suara terbanyak, Yuliyanto-Muh Haris (Yaris), hanya 5.000 suara atau sekitar 5-6 persen. Dari hasil real count, Yaris meraih 34.019 suara (43,94%), dibuntuti Dihati 28.905 suara (37,34%), Bambang Soetopo-Rosa Darwanti (Poros) 10.254 suara (13,24%) dan Bambang Supriyanto-Adriana Susi Yudhawati (Basis) 4.227 suara (5,46%).

KPU akan melakukan rekapitulasi suara pada Sabtu (14/5) mendatang. Sedangkan penetapan calon terpilih dilakukan pada 15 Mei 2011 (bukan 16 Juni 2011 seperti diberitakan sebelumnya-red). Kemudian, pelantikan walikota dan wakil walikota terpilih pada 11 Juli 2011.

Hingga Senin, KPU mengaku belum bisa memastikan tingkat pertisipasi warga dalam Pilkada yang digelar Minggu (8/5) lalu. Namun, KPU meyakini tingkat partisipasi masyarakat mencapai lebih dari 80 persen. ”Tinggal suara dari Kecamatan Sidomukti yang belum direkap. Baru Selasa bisa diketahui berapa tingkat partisipasi masyarakat,” jelas anggota KPU Salatiga, SR Hidayah.

Terpisah, Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Salatiga mengaku menerima laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran penghitungan suara. Rudiyanto, warga Domas, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, melaporkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 23 ke Panwas karena melarang warga dan saksi mengikuti jalannya penghitungan suara.

”Pelapor mengaku KPPS di TPS 23 meminta saksi keluar dari TPS, lalu TPS yang berada di dalam ruangan ditutup dan dikunci,” papar Arsyad Wahyudi, anggota Panwas Pilkada Salatiga. Pelapor menduga KPPS melarang warga dan saksi ikut jalannya penghitungan suara. Namun setelah dilakukan konfirmasi secara informal dengan Ketua KPPS TPS 32, Janto, lanjut Arsyad, mereka beralasan sudah ada kesepakatan dengan para saksi penghitungan suara ditunda untuk melaksanakan salat zuhur.

”TPS-nya ditutup biar aman. Hanya, saat TPS ditutup itu apakah ada orang di dalam atau tidak, itu yang belum saya tahu,” sambung Arsyad, seraya berjanji secepatnya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Sumber : www.solopos.com | File : | Dibaca : 16136 x

Berita Terkait


Berita Lainnya

Jadi Penanggung Jawab Pilkada, KPU Merasa Aneh
20 Februari 2015

JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hadar Nafis Gumay, menyatakan pihaknya siap melaksanakan perintah undang-undang dalam melaksanakan Pilkada yang menurut rencana akan digelar Desember 2015.

KPU: 71 Daerah Belum Anggarkan Pilkada 2015
20 Februari 2015

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum mencatat sebanyak 71 dari 272 daerah belum menganggarkan dana pemilihan gubernur, bupati dan wali kota secara serentak di Desember 2015.

RAPAT KERJA PIMPINAN KPU PROVINSI DENGAN KPU KABUPATEN/KOTA SE JAWA BARAT
18 Februari 2015

Bandung, 17  Pebruari2015, KPU Provinsi Jawa Barat melaksanakan Rapat Kerja Pimpinan KPU Provinsi dengan KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat di Aula KPU Provinsi Jawa BaratJln. Garut No. 11 Bandung. Rapat dihadiri

Husni Kamil Manik: Kami Siap Gelar Pilkada Serentak 2015
16 Februari 2015

Pada Selasa, 10 Februari lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa institusinya siap menyelenggarakan pemilihan kepala daerah serentak pada 2015 sesuai UU Nomor

 1 2 3 >  Last ›


 

Kontak


KOMISI PEMILIHAN UMUM
PROPINSI JAWA BARAT

Jl. Garut No.11 Bandung
Tlp / Fax : 022 7278809-12 fax
022 7215894

Copyright © KPU Provinsi Jabar 2012