• KPU Mengucapkan terima kasih atas partisipasi anda yang telah menggunakan HAK PILIH dalam Pemilihan Presiden tahun 2014 •
Home >> Informasi >> Berita
   

Berita

Ferdhiman : Data Pemilih Acak - acakan, Pemilu Kacau!
28 Desember 20120
Penulis :

PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) diminta agar memanfaatkan masa pemutakhiran data Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 sebaik-baiknya, dengan melakukan perbaikan DPS (daftar pemilih sementara) serta pencatatan/penyusunan daftar pemilih tambahan secermat dan serapi mungkin. Hal ini dimaksudkan sebagai persiapan awal menghadapi pemberlakuan Sidalih (Sistem Informasi Daftar Pemilih) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilu Legislatif 2014.

Permintaan tersebut disampaikan Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat merangkap Ketua Pokja Sosialisasi Pilgub 2013, Ferdhiman, ketika memberikan arahan di Sekretariat KPU Kabupaten Bekasi Jl. Rengas Bandung Kedung Waringin, Jumat (21/12) sore. Di depan sekitar 100 anggota PPK dari 23 kecamatan di kabupaten ini, ia menyebut aplikasi Sidalih mirip dengan Sipol (Sistem Informasi Partai Politik) yang diakses melalui jaringan internet.

“Makanya kita perlu persiapkan database pemilih Pilgub serapi-rapinya untuk kita ekspor ke Pilleg. Sebab kalau databasenya acak-acakan, saya yakin pemilunya juga akan kacau,” kata Ferdhiman seraya mengungkapkan penilaiannya, Sidalih merupakan sistem yang pemberlakuannya untuk Pilleg 2014 agak dipaksakan oleh KPU, “Karena untuk pemutakhiran data Pilgub 2013 saja yang tidak pakai sistem online, masih mengandung permasalahan. Apalagi kalau Sidalih yang harus full online sampai di PPS”.

Ia membayangkan bagaimana rumitnya jika KPU benar-benar memberlakukan Sidalih secara nasional. Khusus untuk 5.900 desa/kelurahan di Jawa Barat saja, dapat dibayangkan jika seluruhnya harus menyediakan fasilitas internet. Namun, terakhir ia mendapat kabar bahwa KPU akan memfasilitasi Sidalih yang offline untuk Pilleg mendatang.

Terlepas dibatalkan atau tidaknya rencana KPU memberlakukan Sidalih, yang jelas seluruh PPK diharapkannya melakukan sinkronisasi data pemilih Pilgub 2013 secara baik dan benar, dengan memperhatikan penanggalannya. Sedangkan untuk Pilleg 2014, ia mengatakan telah meminta KPU untuk mendistribusikan data ke daerah agar dapat diakses oleh KPU kab/kota, PPK dan PPS, agar bisa diperbaiki sesuai tingkatannya.

“Data di KPU harus didistribusikan. Kalau tidak ke tingkat adhoc, minimal ke KPU kabupaten/kota dan KPU provinsi. Tapi sebelumnya kita sendiri harus punya database yang kontinyu, misalnya yang dipakai pada Pilbup (Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati) Bekasi tahun 2011, ‘kan sudah pada lupa? Yang penting, acara ini sebagai pembuka untuk persiapan kita ke depan menyongsong pekerjaan yang teknisnya lebih rumit lagi, dengan permasalahan yang pastinya lebih kompleks,” tutur Ferdhiman.

Arahannya pada rapat pemantapan kerja PPK dalam melaksanakan pemutakhiran data DPS, selanjutnya disimpulkan oleh Komisioner KPU Kab. Bekasi Idham Khalid, dengan memaparkan bahwa jumlah DPS dalam pemutakhiran data secara manual , jumlahnya harus sama setelah dilakukan sinkronisasi. Andaikata terjadi perbedaan, paling tidak PPK dan PPS yang bersangkutan dapat mengidentifikasi perbedaannya di desa dan TPS (tempat pemungutan suara) mana.

“Andaikata jumlahnya lebih, kita tahu lebihnya dimana, begitu juga kalau kurang. Artinya, kita memahami betul perubahan-perubahan data tersebut. Insya Allah, proses sinkronisasi bisa selesai minggu ini, karena tinggal beberapa kecamatan lagi, yaitu Cibitung dan Cikarang Barat. Hari Senin (24/12) juga bisa diserahkan ke KPU provinsi,” janji Idham.

Karena masih mempunyai waktu untuk pemutakhiran data pemilih berikut tambahan dalam proses perbaikannya hingga Selasa (25/12) besok, ia menyarankan kepada semua PPK Kab. Bekasi untuk terus berkomunikasi dengan stakeholder seperti dari Panwaslu, Panitia Pengawas Lapangan, dan Tim Kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang saat ini sudah ada di tingkat desa, agar hasil pemutakhiran data pemilihnya dapat diterima semua pihak dan tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. (MC/KPUJBR)

Sumber : Media Center KPU Jabar | File : | Dibaca : 9804 x


Berita Lainnya

SOSIALISASI DAN “NOBAR” DEBAT CAPRES-CAWAPRES
07 Juli 2014

Malam Minggu (5 Juli 2014) bertempat di Hotel Newton Kota Bandung,  Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Sosialisasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden kepada pemilih pemula

PENGHITUNGAN SUARA ULANG CIANJUR
02 Juli 2014

Paska Putusan Mahkamah Konstitusi

RAPAT KOORDINASI KESIAPAN LOGISTIK PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014
23 Juni 2014

Bandung. kpu.jabarprov.go.id. Dalam rangka menghadapi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan 9 Juli 2014 mendatang, KPU Provinsi Jawa Barat melaksanakan Rapat Koordinasi dengan seluruh KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat

BIMBINGAN TEKNIS TATA CARA PEMUNGUTAN, PENGHITUNGAN DAN REKAPITULASI SUARA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
18 Juni 2014

bertempat di Hotel Savoy Homann Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan/memberikan Bimbingan Teknis Tata Cara Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden kepada Komisi Pemilihan

 1 2 3 >  Last ›


 

Kontak


KOMISI PEMILIHAN UMUM
PROPINSI JAWA BARAT

Jl. Garut No.11 Bandung
Tlp / Fax : 022 7278809-12 fax
022 7215894

Copyright © KPU Provinsi Jabar 2012